dan sesungguhnya mereka membuat hal-hal yang menimbulkan amarah kita
-Asy-Syu'ara [26:55]-
...
Tolong berhenti bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa!
Rasanya aku ingin meledakkan saja semuanya dihadapan kalian. Gerah tahu!
Kalian ini mengaku sahabat tetapi dapat sedemikian rupa
memperlakukanku di belakangku. Bagaimana aku bisa mengintrepetasikan
persahabatan dengan kalian? Bagaimana bisa aku bersikap normal seperti layaknya
kalian bersikap terhadapku? Menggelikan. Lucu kalian!
Tak usah berpura-pura baiklah padaku. Aku tahu kalian pun
akhirnya merasa bersalah. Aku memang lebih baik diam saja. Malas rasanya harus
mengungkit hal menyakitkan yang kalian telah perbuat terhadapku. Seperti kalian
saja belum pernah mengalami yang rasanya di khianati oleh orang tersayang.
Baiklah mungkin kalian tidak pernah mengalami, karena kalian tidak pernah
menganggap penting dan agungnya persahabatan seperti aku menganggapnya. Jadi
kalian mungkin akan sambil lalu saja bila ada yang begitu membuat hati kalian
sakit. Atau mungkin hati kalian sudah beku?
Aku memang memilih menghindar, demi untuk menjauh dari
perasaan tersakiti itu. Bagaimana aku dapat menahan sakit yang diakibatkan oleh
orang yang kuanggap istimewa? Sudah selesai persahabatan ini, kalian hanya akan
menjadi teman untukku. Setidaknya sampai luka ini benar-benar kalian dapat
tebus. Aku telah lelah dengan luka. Jenuh.
Maka maaf. Ketika aku masih mampu merasakan sakit itu,
kalian hanyalah orang biasa bagiku. Dan aku hanya akan diam sambil mencoba
mendinginkan hatiku yang memanas tiap kali sapa itu melanda. Seolah-olah kita
masih baik-baik saja.
Puasa hari ketiga ini saya bahkan belum sempat melakukan kebiasaan tadarus, tapi sudah mengurangi pahala lagi..
Source |
hmmm... masih dengan tema yang sama.
BalasHapusyang sabar mba' Mev.
hope this too will pass...
udah biasa aja kok sekarang. cuma kadang 'nyeting kayak lebah.. hehehe
Hapus