Tampilkan postingan dengan label Just remembering. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Just remembering. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 05 Januari 2013

Jalan saja!

Ingat tentang masa-masa dimana kita masih begitu cerianya? Tentu saja aku yang akan terus ceria, kau sih memang akan terus saja murung. Tenang saja, aku tidak akan berhenti meledekmu hanya karena kau sedang merasa irritate terhadapku. Ia akan marah karena aku menceritakan tentangmu? Mungkin, namun ia juga seharusnya sudah tahu bahwa aku bukanlah aku yang dulu begitu menggebu mencintaimu. Aku adalah miliknya yang telah lebih memilihnya dibanding dirimu. Ia seharusnya juga sudah tahu bahwa aku telah begitu sakitnya kehilanganmu, bahkan sebagai sahabat.

Yah.. marahlah jika memang kau mau marah. Atau mencibir, atau sinis? Atau bahkan mengamuk? Kau juga tahu bahwa ketika aku menjadi apatis, aku akan mendalami peranku sepenuhnya. Tidak mengerti? Ah.. kau memang bodoh!

Jadi waktu itu aku sok menasehatimu bahwa kau harusnya jangan terburu-buru, tak perlulah berlari ketika berjalan lebih menyehatkan. Kau kan senangnya lari, atau jika ingin berhati-hati, yang kau lakukan adalah merangkak, alih-alih berjalan. Maka.. ketika semua orang berjalan cepat, kau malah tertinggal cukup jauh, dan ketika mereka tengah berjalan, kau malah merayap. D'oh!

Memang sengaja, aku ingin meledekmu. Ingin mencandaimu. Kau sih menghilang begitu saja. Oops! Aku lupa. Aku kan yang mengusirmu. Weekkk!!! 



Peace ah!
Source




_________________
"Jalan terus saja Jo,jangan lari karena kau mungkin akn melewatkan banyak hal menarik.kalau ada kerikil tendanglah,kalau batu,lompatilah,kalau ndak bisa,mintalah bantuanku tuk membantu mengangkat dan menyingkirkannya semampuku.kecuali memang sudah tidak bisa lagi jalan karena kau tidak mau atau mungkin lelah,duduklah,minum,makan,atau hanya sekedar memperhatikan orang berlalu lalang d depan kita...kita bicara,bicara saja apapun yg ingin d bicarakan.tertawa...dan kemudian menyadari kebodohan diri sendiri,lalu tertawa..kita sudah langsung menangis saat dilahirkan,kenapa terus-terusan jadi 'menangis' saat tertawa lebih menyenangkan?."

Minggu, 24 Juni 2012

Satu

 They say true love last forever
I say true heart will always there
Till death do us part
-mevi-
...


Baiklah..

Hari ini, tepat satu tahun yang lalu. Dimana semua berawal. Dan akulah yang ada saat ini. Tanpa apapun. Mungkin sekadar mengingat. Lalu ada yang tersenyum sinis, lalu ada yang menyeringai, mungkin mencibir, memaki, mengutuk, bahkan bila ada yang tersenyum bahagia aku sendiri tak tahu orangnya.

Hari ini adalah satu tahun umurku. Umur yang mengawali semua. Diantara berliter air mata yang telah sempat tertumpah. Diantara bermacam emosi yang sempat tertuang. Diantara kekacauan ditengah apa yang mereka sebut bahagia. Mungkin lebih baik tak ada yang mengingat. Tetapi menyedihkankah bila kuingat? Karena sesungguhnya hari ini mungkin seharusnya jadi hari diantara hari paling membanggakan dalam hidupku. Bahkan bila saja aku boleh berbahagia. Bertahan selama satu tahun. Mampukah aku bertahan lebih jauh?

Karena kata-kata itu sempat terlontar, dan entah apakah itu menjadikannya janji. Namun aku terbukti mengingkari. Dan memilih untuk bertahan diantara sinis mata dan cibir mulut. Aku bertahan. Sampai hari ini. Mungkin juga tak akan ada yang mengingat. Karena siapalah aku ini? Si biang onar, pembuat kekacauan. Bahkan sekadar menyebut namaku mungkin sudah membuat mereka lupa pada detik berikutnya.

Tapi ini seharusnya jadi hari bahagiaku. Aku yang mampu bertahan. Satu tahun. Mencoba untuk melancarkan bicara, mencoba untuk berjalan. Meski terbata, dan terseok. Masih akan adakah tahun kedua, ketiga dan seterusnya? Bahkan bila memang apa yang mereka sebut 'sampai maut memisahkan' itu adalah benar adanya.


Happy anniversary..
-Jun 24, 2011-



Source

Minggu, 22 April 2012

For one day

"One day.. you'll forget me."
"Kenapa?"
"It's just a feeling. One day.. I just feel i'll lose you."

...




Kau tahu bahwa hal itu perlahan menjadi kenyataan bukan, mister? Nyata-nyatanya aku memang membuatmu kehilanganku. Bahkan sebelum tali itu kau ikat erat pada takdirku. Aku pernah membayangkannya, dulu. Ketika impian memenuhi pikiran remajaku. Saat itu aku harus terbata menimpali gaya bicaramu yang bercampur baur dengan bahasa para wisatawan asing dari luar negeri. Tapi kau selalu menampilkan wajah teduh dan tatapan pengertian itu setiap kali aku merengut saat gemas mencerna kalimat amburadulmu.

"You don't get it, do you?"

Saat itu aku akan mengangguk saja, lalu berlalu. Memilih untuk melipir dari gebukan jantungku yang semakin menderu. Takut kalau-kalau kau mendengarnya. Aku tahu kau tidak mendengarnya, tapi kau merasakannya. Tapi aku dapat merasakan kau tersenyum dengan senyummu yang khas di belakangku. Mata biru dan bibir tipis itu menatapi langkahku perlahan, sebelum kemudian menghembuskan napas karena gemas. Lalu kau menyusulku. Berjalan menjejeriku.


...

"So.. will you wait for me, then?"
"Buat apa?"
"For one day you'll show that you love me."





Kaget karena kemiripannya, tetapi saya mengagumi Chuck Bass di serial ini :)
Pic from here



_____________
Saya masih tidak juga berani mencintainya karena ia terlalu sempurna di mata saya. Masih saja merasa ia terlalu jauh untuk saya. Masih juga merasa wanita itu adalah yang terbaik untuknya. Lagipula, ia seharusnya juga tahu bahwa saya tak mungkin bersamanya. Ah.. kenangan itu memang kemudian hanyalah kenangan. Entah kenapa tiba-tiba teringat dengannya. Tapi sejujurnya, saya mungkin memang tidak pernah mencintainya. :)

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...