Senin, 07 Januari 2013

The comfort zone

The young-older : Jodoh kan bukan berarti cuma pasangan hidup nona
The young-older : bisa soal milih rumah, punya anak, rejeki, keberuntungan
The young-older : itu termasuk kategori 'jodoh' juga kan. termasuk umur dll lah yang ada di dunia
Newlywed            : hmmmm...tambah bijak juga nyonya yg satu ini
...



Iya, itu kalimat saya, yang saya ucapkan dalam percakapan dunia maya saya dengan teman saya. Sok bijak? Yaaa, begitulah. Saya kembali kepada zona nyaman saya, menjadi ibu bijak.

Kenapa?
Tidak tahu.

Rasanya seperti menjadi diri sendiri lagi. Bersikap positif. Padahal dalam hati saya hanya ingin menenangkan saja. Menenangkan teman saya, menenangkan diri saya sendiri.

Belagu?
Biar saja.

Setidaknya saya mengurangi intensitas ber-negatif thinking dan mulai mencoba untuk bersikap positif, meski belum total.Tidak mengapa, bukan? Tapi bukankah dari dulu saya selalu berusaha untuk bijak? Berusaha untuk mengerem semua kalimat yang mampu menjadi bumerang untuk saya.

Tapi, saya rasa itu saya tidaklah bijak. Saya hanya kembali pada zona nyaman saya lagi. Menjadi aman.


hummmmm..
Source

Sabtu, 05 Januari 2013

Jalan saja!

Ingat tentang masa-masa dimana kita masih begitu cerianya? Tentu saja aku yang akan terus ceria, kau sih memang akan terus saja murung. Tenang saja, aku tidak akan berhenti meledekmu hanya karena kau sedang merasa irritate terhadapku. Ia akan marah karena aku menceritakan tentangmu? Mungkin, namun ia juga seharusnya sudah tahu bahwa aku bukanlah aku yang dulu begitu menggebu mencintaimu. Aku adalah miliknya yang telah lebih memilihnya dibanding dirimu. Ia seharusnya juga sudah tahu bahwa aku telah begitu sakitnya kehilanganmu, bahkan sebagai sahabat.

Yah.. marahlah jika memang kau mau marah. Atau mencibir, atau sinis? Atau bahkan mengamuk? Kau juga tahu bahwa ketika aku menjadi apatis, aku akan mendalami peranku sepenuhnya. Tidak mengerti? Ah.. kau memang bodoh!

Jadi waktu itu aku sok menasehatimu bahwa kau harusnya jangan terburu-buru, tak perlulah berlari ketika berjalan lebih menyehatkan. Kau kan senangnya lari, atau jika ingin berhati-hati, yang kau lakukan adalah merangkak, alih-alih berjalan. Maka.. ketika semua orang berjalan cepat, kau malah tertinggal cukup jauh, dan ketika mereka tengah berjalan, kau malah merayap. D'oh!

Memang sengaja, aku ingin meledekmu. Ingin mencandaimu. Kau sih menghilang begitu saja. Oops! Aku lupa. Aku kan yang mengusirmu. Weekkk!!! 



Peace ah!
Source




_________________
"Jalan terus saja Jo,jangan lari karena kau mungkin akn melewatkan banyak hal menarik.kalau ada kerikil tendanglah,kalau batu,lompatilah,kalau ndak bisa,mintalah bantuanku tuk membantu mengangkat dan menyingkirkannya semampuku.kecuali memang sudah tidak bisa lagi jalan karena kau tidak mau atau mungkin lelah,duduklah,minum,makan,atau hanya sekedar memperhatikan orang berlalu lalang d depan kita...kita bicara,bicara saja apapun yg ingin d bicarakan.tertawa...dan kemudian menyadari kebodohan diri sendiri,lalu tertawa..kita sudah langsung menangis saat dilahirkan,kenapa terus-terusan jadi 'menangis' saat tertawa lebih menyenangkan?."

Rabu, 02 Januari 2013

To love.. yes, you are

Suatu hari itu, terkadang.. ketika aku menyadari ke(tidak)hadiranmu.
.
.
.
.
.
Kau yang masih bertahan denganku, dan semua kekuranganku.
.
.
.
Melebihi semua kelebihanku.
.
.
Dengan semua Kesabaranmu.
 .
 .
 .
 .
Cintamu.
 .
 .
 .
 .
.
Hatimu.
..
...
....
...
..
.
That's beyond everything we've been through, sayang..


It means everything..
Source

Selasa, 01 Januari 2013

Saatnya terbang




Haiiiii…

Akhirnya tahun yang baru ya..

Semua sudah lolos dari ‘kiamat’? Untungnya saya masih selamat.

And here I am.. Survive. Sudah cukup semua yang membuat saya termehek-mehek tahun lalu. Ini adalah tahun yang baru. 2013. Tahun yang sial? Belum tentu. Kau hanya perlu melompat lebih tinggi, melangkah lebih jauh, menatap lebih tajam, dan berdoa lebih sering. Lalu kau akan takjub bahwa kemudian kau akan berada di tempat yang tidak pernah kau duga sebelumnya. 

Yang lebih baik.. dari 2012.

Bergerak! Melangkah, melompat, dan berlari. Sudah bukan saatnya merangkak dan terseok lagi di tahun yang baru ini, bukan? Saya pun sudah tidak ingin lagi dinaungi awan kelabu 2012. Sudah terlalu lama. Dan saya sudah kenyangggg! 



Lepaskan semua galau yang membelenggumu dan bersiaplah untuk terbang.. Ciyuzz!!!
Source


Hahahahaha.. you’re welcome!

Jumat, 28 Desember 2012

Di suatu waktu [sebuah ingatan]



Suatu hari, saat itu kita bahkan tak pernah saling tahu akan bertemu. Bahkan membayangkan sebuah pertemuan sepertinya tak pernah terlintas dalam benak masing-masing. Kemudian perkenalan yang bahkan tak begitu membekas. Lalu kemudian kata demi kata, kalimat demi kalimat mengalir menjalinkan persahabatan. Keakraban.

Kemudian tiada hari tanpa bercerita. Berbagi. Apapun. Saling ejek, saling puji, yang kemudian berubah menjadi saling caci dan maki. Bertukar umpat, beradu pembenaran, melempar kebencian.
Terlalu singkat? Tidak juga. Terlalu cepat? Mungkin. Namun bukankah kenyamanan itu yang lebih utama? Karena bahkan masing-masing tak mampu mencari tahu ‘mengapa’ kita saling bergantung. Cukupkah waktu? Tak ada yang mengetahui. Mungkin memang rencana Tuhan lebih indah. Untukmu kelak.

Jadi perpisahan adalah pilihan. Bukan pilihanku. Karena aku pernah pergi, dan kau menarikku kembali. Berkali-kali. Aku kembali. Lalu saat jembatan pengertian itu roboh untuk yang kesekian kalinya. Aku tak hanya terjeambab kedalam jurang yang lebih dalam, namun juga terperosok dalam sibuknya menerka dan meraba. Akankah kau masih akan menarikku?

Rupanya tidak. Aku memilih untuk terperosok lebih dalam. Tidak menengok. Tidak melenguh. Hanya diam. Dalam amarah karena prasangka. 

Hingga waktu harus menyadarkanku untuk berhenti. Berhenti terperosok. Aku harus menemukan pegangan. Keyakinanku. Bahwa ini bukanlah akhir. Berpisah, dalam kubah benci, bukanlah pilihan. Namun aku telah memutuskan. Mungkin aku yang memutuskan tali jembatan itu dan menyembunyikan perekatnya. Sehingga kau hanya dapat diam dan menatapiku semakin terperosok dalam. Gelap.

Aku tak mampu lagi. I just have to let go..
  

Source

Minggu, 23 Desember 2012

Time to let you go

Sebenarnya jika saja kau, aku lebih bersabar.. mungkin aku bisa sedikit memperbaiki keadaan. Aku tahu terlalu mimpi jika menginginkan kesediaanmu menerima perlakuanku seperti Jacob terhadap Bella dan Bella terhadap Jacob. Tapi tidak bisakah kau lihat lebih luas bahwa kita bukan hanya sebatas ini saja? Paling tidak kita pernah berbagi cerita tentang segala hal. Mengenai sakit hatimu, mengenai lukaku. Bahkan hal paling busuk lainnya.

Namun aku juga menyadari bahwa sikapku terlalu semena-mena terhadapmu, dan ini mungkin memang sudah menjadi apa yang seharusnya kuterima. Ada saat dimana aku seperti begitu terbawa oleh keadaan diantara Jane dan Billy yang mengingatkanku pada situasi kita sebelumnya.

Aku memang tidak mungkin memintamu untuk lebih banyak lagi berkorban. Bahwa kenyataannya kau adalah satu-satunya orang yang paling kupercaya, dan kini yang telah pergi, itu aku harus terima. Bahwa kau adalah tempat dimana aku selalu mencurahkan semua perasaanku, yang kini telah berubah, itu juga aku telah terima.
Marahlah semaumu. Berlakulah semaumu. Kali ini aku tidak akan lagi berusaha ‘mengatur’ bagaimana kau harus bersikap, bagaimana kau harus berlaku. Kau. Bebas. 

Aku ingat dulu aku mengatakan padamu bagaimana jika aku benar-benar marah padamu. Maka kau lihat sendiri kontak pada blackberry messengermu sudah tak ada lagi namamu, juga tempat lain dimana kau mungkin akan dapat melihat ‘kehadiranku’. Semua sudah hilang bukan? Tak perlu repot mengecek, karena belum tentu juga kau menyadarinya.

Sana jadi Dewa. Tebus semua ambisimu bersama egomu yang kekanak-kanakkan dan biarkan aku ‘ember’ disini tanpa harus memikirkan reaksimu. Ini pilihanku, seperti kau tetap keukeuh dengan visimu. Termasuk pilihanku untuk melupakanmu dan berbahagia dengannya yang kucinta.

Sebut aku iblis, atau sesukamu. Aku hanya akan beranggapan kau tak pernah ada. Dan YA! Aku marah! Terlalu marah sampai aku tidak bisa berpikir lakon apalagi yang kau tengah jalani. Bahkan jika kemudian kau sakit, sakitlah sesukamu. Kau juga tak peduli jika aku peduli.

Gaby, ia mungkin hanya ia yang tidak akan masalah dengan dirimu yang sekarang. Ia adalah ally terbaiknya bukan? Maka mungkin hanya dia yang tidak akan pergi darimu.

Aku memang tak akan pernah bisa jadi Lady in Red atau siapapunlah yang mampu memperlakukanmu selayaknya kau memperlakukan mereka. Aku tidak sesabar itu, tetapi setidaknya aku memilih untuk berhenti menjadi si ‘berengsek’ untukmu yang hanya akan datang dan pergi sesukanya tanpa peduli perasaanmu. Aku akan pergi selamanya darimu. Agar kau tenang.

Aku yang batu, dan sedang begitu panasnya menghadapi sikapmu, bahkan saat kita sudah tak pernah lagi bicara. Sungguh bila mampu ingin kulemparkan semua sumpah serapah itu ke wajahmu. Sungguh!

Bet you never felt that way 'bout me..
Source

Rabu, 19 Desember 2012

Mom: Day 3.. home



Ibu sudah pulang.. Alhamdulillah! 

Memang belum terlihat hasil dari perawatannya sejak dua hari yang lalu. Ablasi itu bukan hal yang biasa diketahui oleh awam. Saya perlu mencari-cari informasi sebanyak mungkin mengenai dampak positif dan negative dari perawatan itu. Dan mungkin memang seharusnya lebih baik dibanding ibu harus masuk kembali ke kamar operasi untuk sekadar mengambil sisa dari sel kankernya.

Tiga hari adalah waktu yang direkomendasikan oleh dokter untuk dilakukan ablasi untuk ibu. Dan sesuai dengan rencana awal, hari ini ibu sudah pulang kerumah. Obatnya memang belum menunjukkan reaksi yang nyata. Masih akan ada tes selanjutnya yang harus ibu jalani selama kurun watku satu bulan kedepan. Dan selama menunggu masa itu, kita hanya bisa berharap bahwa penanganan yang telah dilakukan, mampu memberikan hasil  yang diharapkan, yakni kesembuhan total untuk ibu.

Kita lihat saja nanti. Tidak ada yang ingin sakit berkepanjangan, bukan?

Sabar ya Bu, pasti akan ada hasilnya.. SEMANGAT!

Source




_______________
Anggap saja kepulangan ibu ini merupakan kado ultah saya yang lebih awal :)

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...