Tampilkan postingan dengan label My baby. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My baby. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 Juni 2012

Nanti kita akan bertemu

Assalamu'alaikum..

Apa kabar kamu, anakku? Baik-baik kan disana? Ibu juga baik disini. Masih menantimu. Menanti kedatanganmu tentu saja. Mungkin akan agak lama. Tapi bersabar ya. Begitu kita bertemu nanti, kau pasti akan sangat bahagia. Apalagi ibu, mungkin lebih bahagia darimu.

Sedang apa kau disana anakku? Ibu masih harus berusaha keras untuk mempersiapkan kebutuhanmu di dunia ini. Ibu kan bukan anak orang kaya yang bisa mendapatkan segalanya. Maka kelak ketika kau datang, tolong jadilah anak yang penuh pengertian ya sayang.. Agar ibu tidak susah dan kerepotan mengurusimu kelak. Walaupun tentu saja ibu akan berusaha memenuhi semua kebutuhanmu sekuat tenaga. Ayahmu juga pasti akan bekerja keras untukmu kelak. Maka sabar ya sayang, karena ibu dan ayah masih harus mempersiapkan banyak hal untuk kedatanganmu.

Suatu hari nanti, kau akan melihat dunia tempat ibu tinggal. Dunia ini tidak indah sayang, tapi cukup berharga untuk menyambut kedatanganmu kelak. Suatu hari nanti. Tapi kau jangan terlalu rewel ya nak, karena ibumu ini mudah panik. Kalau kau selalu menangis dan nakal, ibumu ini pasti akan sedih. Mungkin ibu tidak akan selalu bisa memenuhi semua keinginanmu, karena sekali lagi ibumu ini tidak memiliki harta dunia yang banyak. Jadilah anak yang baik dan sholeh ya. Buatlah ibu menjadi selalu tenang dan senang karena kehadiranmu.

Baiklah, kau boleh rewel. Tapi sedikit saja ya. Karena jika kau terlalu rewel, migrain ibu mungkin akan sering kambuh. Kalau ibu sakit, kau juga kan yang akan repot karena mungkin akan lebih jarang bertemu ibu. Tentu ibu tidak ingin kau menjadi tertular sakit. Kau kan nanti masih akan sangat rentan dan rawan terhadap penyakit karena usiamu yang masih begitu muda dan tubuhmu yang masih begitu lembut.

Sudah dulu ya nak surat ibu. Ibu masih harus bekerja demi mempersiapkan tabungan untukmu kelak. Baik-baik disana. Janganlah nakal dan bersabarlah.. Sebentar lagi.. Sebentar lagi saja.. Nanti kita akan bertemu.

Assalamu'alaikum..


Tidur yang nyenyak anakku, sampai kau akan bertemu denganku nanti..
Source


Jumat, 09 Maret 2012

Bersabarlah kalian.. nanti

Bila ada ibu yang membuang anaknya karena merasa tidak mampu menghidupinya, itu bukan aku.
Karena aku akan telah menyiapkan kebutuhan hidup anakku kelak.
Maka aku bekerja.

Bila ada ibu yang tidak mampu memberikan pendidikan yang layak untuk anaknya kelak, itu bukan aku.
Karena aku akan telah memikirkan pendidikan terbaik untuk anakku nanti.
Maka aku belajar.

Bila ada ibu yang memutus keceriaan anaknya untuk bekerja pada masa-masa paling indah menjadi seorang anak, itu bukan aku.
Karena aku tidak ingin anakku tumbuh dengan pribadi buruk.
Maka aku menabung.

Bila ada ibu yang memberikan makanan seadanya, bahkan jauh dari halal kepada anaknya, itu bukan aku.
Karena aku telah menjaga tempatnya nanti akan bersemayam sebaik-baik dan sebersih-bersihnya tempat yang paling di ridhoi olehNya, termasuk makanan halal baginya.
Maka aku berusaha.

Bila ada ibu yang harus melakukan perbuatan keji dengan membunuh janin didalam kandungannya, itu tentu bukan aku.
Karena aku tengah bersabar menanti masa indah itu datang.
Maka aku berdoa.

...



Bersabarlah anak-anakku. Si sulung yang cantik jelita, calon penerus makhluk paling kuat ciptaan Tuhan bernama wanita sholehah. Serta dua bungsu calon pria-pria sholeh pembela siapapun yang merasa tertindas. Mereka adalah calon-calon anakku kelak. Pemilik budi pekerti luhur, dengan jiwa selembut salju dan iman sekuat baja. Anak-anakku kelak, bersabarlah menanti ibu yang tengah mempersiapkan yang terbaik untukmu kelak. Semoga kalian mampu menerima dan menyukai yang telah ibu persiapkan untuk kalian. Nanti..


Foto dapat di sini

Jumat, 03 Februari 2012

Suatu saat.. bersabarlah

Langkah-langkah kaki kecil itu mendatangiku dengan tawa polosnya. Beriringan, tangan-tangan mungil itu meraih kakiku, lalu menarik-narik ujung dasterku. Tinggi badan mereka memang belum sampai sepinggangku. Lalu mereka akan mendongak, dan memamerkan deretan gusinya yang mulai ditumbuhi beberapa gigi susu.

"Ibu.. Ayah belum pulang ya?"

Lalu aku tertawa. Melihat mereka menyampaikan pertanyaan dengan bahasanya yang belum sempurna. Tak mampu menahan diri melihat deretan mata yang berbinar, aku berjongkok agar bisa sejajar dengan mereka. Wajah-wajah mungil itu menatapku sambil masih memamerkan deretan giginya yang belum lengkap.

"Ayah masih kerja sayang, nanti sore pulangnya.."

Kami lalu berkumpul di ruangan kecil tempat mereka bermain. Dengan tenang mereka akan bermain dan sesekali menarik tanganku untuk mengajakku bergabung dengan alam imajinasi mereka. Kadang aku terkikik geli melihat tingkah polah mereka. Tak mampu menyembunyikan bahagia yang membuncah. Gemas melihat mereka bermain seolah-olah dunia hanya milik mereka.
Rasanya, terlalu sulit dibayangkan bahwa dua jagoanku itu tumbuh dengan sehat dan pintarnya. Semakin besar dan semakin membanggakan. Dan aku memiliki mereka.

Tak lama kemudian aku sibuk membacakan dongeng untuk mereka sembari menidurkan mereka. Sudah waktunya tidur siang. Mereka memang biasa tidur di ruangan bermain, karena disana banyak mainan untuk menghibur mereka selagi menunggu ayahnya yang bekerja seharian di kantor.

Kamar tidur hanya akan difungsikan untuk tidur malam. Tak jarang anak-anakku itu tertidur bersama ayah mereka di ruang bermain itu bila hari libur tiba. Sama-sama kelelahan setelah menghabiskan waktu bermain seharian.

Aku menatapi wajah-wajah mungil yang berwajah identik itu. Mereka telah terlelap. Hanyut dalam alam mimpi. Sesekali terlihat senyum tersungging dari sudut bibir mereka. Aku membelai rambut tebal mereka satu persatu. Ikut tersenyum melihat polah tidur mereka yang semakin membuat mereka terlihat begitu menggemaskan. Kuciumi mereka satu persatu dengan penuh sayang. Lalu mencoba memejamkan mata ditengah-tengah lelap mereka. Ingin ikut bergabung di alam mimpi mereka.
...


Suatu saat, para jagoan kecilku.. Suatu saat. Kalian akan segera bertemu denganku. Dan kami, ibu dan ayah kalian akan menyayangi kalian dengan sepenuh hati :) memberikan seluruh jiwa raga untuk kebahagiaan kalian. Aku akan sabar menunggu sampai saat itu tiba. Sampai kita dapat bertemu. Bersabarlah.



My great men to be :D
Foto dari sini

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...